Manado, (Antara News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Winangun, Manado, Sulut, menyatakan daerah tersebut masih aman dari ancaman gelombang tsunami, sebagai dampak dari gempa bumi 8,9 skala Richter (SR) di Jepang.

"Di Jepang gelombang naik setinggi enam meter, jadi berdasarkan estimasi kami, meskipun Manado juga terancam, tetapi kemungkinan gelombang yang akan sampai hanya sekitar 0,5 meter," kata Staf prakirawan BMKG Stasiun Winangun Manado, Sandi di Manado, Jumat sore.

Sandi menjelaskan setelah gelombang bear di Jepang itu, diperkirakan gelombang akan sampai ke perairan Manado sekitar empat jam sesudahnya atau sekitar pukul 19.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Tetapi, ia mengatakan itu tidak akan terlalu membahayakan bagi Manado, sebab sudah akan pecah di sekitar Melonguane atau Pulau Karakelang, Kabupaten Talaud.

"Jangan khawatir, memang gelombangnya akan sampai ke sini, tetapi sudah pecah di tengah laut, jadi masyarakat jangan panik semuanya aman," ujar Sandi.

Sementara itu, dari pantauan sekitar pukul 17.00 WITA saat mendengarkan berita tersebut, warga mulai terlihat keluar ke jalan-jalan, ada terlihat membawa tas dengan berjalan kaki ataupun mengendarai motor.

Salah satu warga Pinaesaan, Kecamatan Wenang bernama Mercy, sudah membawa semua kebutuhan dan keluar rumah dengan mobil menjemput keluarganya.

"Anak dan orang tua saya berada di wilayah Tuminting, jadi saya harus menjemput mereka dan mengajaknya mengungsi ke tempat yang aman sementara waktu, sampai ada peringatan aman dari BMKG," katanya.

Dia mengatakan sudah mengajak semua tetangganya untuk bersiap agar kalau memang bencana itu benar terjadi jangan sampai jadi korban dan mati konyol.

Di pusat kota Manado mobil-mobil sudah berkurang dan jalanan mulai sepi, sebab jalanan dipenuhi warga yang bersiap-siap mengungsi.

Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar