Unit Pengolahan Ikan Sulut Layak Ekspor

Manado, (Antara News) - Sebanyak 25 dari 49 unit pengolahan ikan (UPI) di Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) dinilai layak melakukan ekspor perikanan ke mancanegara menyusul diterbitkannya "approval number" bagi perusahaan tersebut.

"UPI yang punya tanda daftar ekspor masing-masing Uni Eropa (6 UPI), Amerika (7), China (6), Korea (3), dan Rusia (3)," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Xandramaya Lalu, di Manado, Selasa.

Xandramaya mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus membina perusahaan perikanan agar makin banyak yang memenuhi persyaratan kualitas negara pembeli sehingga mendapatkan "approval number".

"Kapasitas produksi 49 UPI Sulut per hari tersebut mencapai 3.455 ton ikan segar, 757 ton ikan beku, 205 ton ikan kaleng, dan 48 ton ikan asap," kata Xandramaya.

Perikanan merupakan salah satu komoditas yang mampu mendatang devisa cukup tinggi bagi Sulut. Namun, dalam beberapa tahun belakangan ini menunjukkan penurunan menyusul sistem harmonisasi hasil perikanan.

Perdagangan internasional produk perikanan dewasa ini, menurut dia, tidak hanya dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran, tetapi juga sangat ditentukan oleh hasil-hasil konvensi dan perjanjian internasional perikanan.

Perjanjian internasonal tersebut, kata Xandramaya, berpengaruh langsung. Bahkan, cenderung mengatur mekanisme perdagangan komoditas perikanan di pasar internasional.

Ia lantas memaparkan fluktuasi volume dan nilai ekspor perikanan Sulut dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini. Pada tahun 2005, misalnya, tercatat 172.025,54 ton dengan nilai 200,76 juta dolar Amerika Serikat.

Pada tahun berikutnya, 2006, turun menjadi 45.619,26 ton devisa 97.62 juta dolar AS. Pada tahun 2007, volumenya mulai meningkat meski lebih sedikit daripada volume 2005, yakni 50.009,61 ton dengan nilai ekspor 103,68 juta dolar AS.

Namun, lanjut dia, pada tahun 2008 volumenya turun menjadi  39.676,79  ton, kemudian pada tahun 2009 volumenya 25.913 ton dengan nilai ekspor 96 juta dolar AS. (*)